Kamis, 08 Desember 2011

*ILHAM TINGGI GUNA MENGATASI KRISIS MULTI DIMENSI DAN MASUKNYA PERADABAN BARU UMAT MANUSIA DI MILLENIUM KETIGA*

Kita ketahui bahwa Millenium adalah “kesepakatan” atas jangka waktu Seribu tahun skala matahari bagi tahapan skenario peradaban kehidupan umat manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Telah dipenghujung tahun 2011 saat ini namun hingga sekarang belum juga ada peristiwa yang dahsyat yang mampu dijadikan tolak ukur dimulainya Millenium Ketiga  padahal teknologi dan system informasi telah maju dan terbuka saat sekarang.

Jika tanda dimulainya Millenium tersebut terkait peristiwa alam, maka menurut pengamatan hingga saat ini belumlah ada peristiwa yang sangat dahsyat yang mampu mengisyaratkan kepada kita semua tentang dimulainya Millenium Ketiga tersebut. Yang ada hanyalah justru menimbulkan kepanikan dan permasalahan baru bagi kehidupan. Oleh karena itu dapat dipastikan bahwa peristiwa alam tak satu pun yang dapat dijadikan patokan atau tolok ukur guna kesepakatan dimulainya Millenium Ketiga tersebut.

Jika tanda tersebut berasal dari faktor manusia, hal yang paling dahsyat dari sisi manusia dewasa ini kita ketahui adalah karyanya, baik berupa penemuan sesuatu, ataupun hal-hal lain yang mampu menghasilkan dan berdaya guna bagi kehidupan.

Saat ini kita ketahui bahwa Bangsa Indonesia masih dilanda Krisis multi dimensi. Dalam skala keterkaitan, krisis yang terjadi pada Bangsa ini adalah akumulasi dari krisis multi dimensi yang terjadi diseluruh dunia. Kita ketahui akibat yang akan terjadi jika krisis multi dimensi ini tidak diselesaikan. Oleh karena itu logikanya penemuan atas solusi bagi penyelesaian kasus krisis ini adalah suatu hal yang ditunggu karena terkait dengan kelangsungan kehidupan umat manusia di dunia.

Tahun 2012 sebentar lagi, suatu tahun yang banyak diprediksikan sebagai akhir zaman. Banyak diantara mereka yang memprediksikan kehancuran total kehidupan, namun dikesempatan ini anda akan saya diarahkan bukan kepada kehancuran tersebut, namun justru kepada solusi guna menghindarinya.

Kini, marilah kita fokuskan pikiran kita. Karena Inilah solusi guna menghindari kehancuran tersebut. Inilah solusi guna mengatasi krisis multi dimensi yang terjadi, dan inilah penemuan yang akan menjadi tolok ukur bagi kesepakatan masuk peradaban baru umat manusia di Millenium ketiga.

Kita mulai bahasannya.


I.  DUNIA PERTELEVISIAN DENGAN SYSTEM PERIKLANANNYA, KUNCI UTAMA MENGATASI KRISIS MULTI DIMENSI YANG TERJADI.
Kita ketahui bahwa peradaban umat manusia terus maju dan berkembang seiring dengan berkembangnya kebutuhan serta upaya guna memenuhi.  Dewasa ini kebutuhan umat manusia bukan hanya bersifat material semata, namun kebutuhan non material seperti halnya hiburan dan informasi pun tak kalah pentingnya. 

Dalam pencapaiannya, kita ketahui bahwa televisi adalah sarana utama bagi masyarakat guna memenuhi kebutuhan tersebut. Dengan kata lain bahwa dalam kehidupan manusia saat ini televisi memiliki peranan penting khususnya dalam pemenuhan kebutuhan hiburan dan informasi.

Terhadap kemajuan disektor Ekonomi, kita ketahui bahwa potensi yang dimiliki Dunia pertelevisian yang terkait kuat dengan perkembangannya adalah "Sektor periklanan". Alasannya : 
  1. Iklan merupakan produk dan sumber pendapatan utama Dunia pertelevisian. 
  2. Iklan merupakan sarana promosi bagi Dunia usaha. 
  3. Iklan merupakan penghasil pajak bagi Pemerintah.
Melihat begitu besarnya keterkaitan serta potensi periklanan ditelevisi, khususnya terhadap ekonomi, maka dalam "skala system" dapat disimpulkan bahwa periklanan memiliki potensi yang sangat strategis dalam rangka perubahan.  Kita ingat bahwa krisis multi dimensi yang terjadi dimulai dari ekonomi, maka skala system guna mengembalikannya kita pun harus memulainya dari sana. Sehingga apabila terjadi perubahan positif pada system periklanan sebagai sub system Ekonomi, maka secara yakin hal tersebut akan berdampak positif terhadap dimensi ekonomi dan selanjutnya ke dimensi dimensi lainnyai.


II. TINJAUAN ATAS SYSTEM PERIKLANAN YANG DIGUNAKAN DUNIA PERTELEVISIAN SAAT INI.
Telah dibahas tadi bahwa periklanan di televisi memiliki potensi yang luar biasa dalam rangka meningkatkan sektor ekonomi, baik dunia pertelevisian itu sendiri , dunia usaha pada umumnya serta pemerintah suatu negara. Namun sangat disayangkan,  menurut pengkajian selama ini bahwa system periklanan yang diberlakukan masih memiliki  berbagai kekurangan dan perlu disempurnakan. Adapun kekurangan-kekurangan tersebut:
  • System periklanan saat ini belum mampu meraih keuntungan secara maksimal baik bagi dunia pertelevisian itu sendiri maupun pemerintah. Alasannya, system tersebut baru mampu menarik keuntungan dari salah satu kelompok usaha besar saja. Sementara keuntungan yang mestinya diraih dari perusahaan menengah dan kecil  belum disentuh sama sekali,  padahal kita ketahui dari sisi jumlah perusahaan menengah maupun kecil jauh lebih banyak. Hal ini akibat dari begitu besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk pembuatan serta menayangkan periklanan tersebut.  
  • System periklanan saat ini belum mampu memberikan keadilan usaha bagi seluruh strata usaha yang ada. Hal ini terjadi akibat mahalnya biaya untuk melakukan kegiatan periklanan sehingga hanya perusahaan berskala besar saja yang memiliki kemampuan tersebut. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa system periklanan ditelevisi hanya mampu menjadi sarana promosi bagi produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan berskala besar. Sementara bagi perusahaan menengah apalagi kecil, sarana  promosi atas produk yang dihasilkan belum dimiliki.  Akibatnya, peluang serta kesempatan untuk maju dan berkembang bagi kedua skala perusahaan tersebut belum terbuka lebar.  Perlu untuk lebih disadari, bahwa jika kecepatan perkembangan ketiga strata perusahaan tersebut tidak seimbang maka hal ini akan berdampak negatif bagi dunia usaha hingga perekonomian skala luas.
  • System penempatan iklan saat ini memiliki dampak negatif pada banyak pihak. Kita ketahui bahwa pada saat ini iklan suatu produk ditampilkan dominannya dengan cara "menyisipkannya pada suatu acara". Dengan kata lain, acara yang ditayangkan dihentikan sementara guna menayangkan iklan-iklan produk tersebut. Tanpa disadari,  bahwa hal ini berdampak negatif besar pada banyak pihak,  yaitu : 
  • Kepada pemirsa yang tengah menyaksikan acara. 
  • Dengan diputuskannya suatu acara yang sedang berlangsung, maka konsentrasi pemirsa yang sedang terfokus pada acara menjadi terputus pula. Kejadian ini selalu terjadi dan berulang-ulang disaat menyaksikan acara yang sedang berlangsung. Perlu disadari bahwa kejadian tersebut membawa dampak negatif besar terhadap psikologi dan prilaku pemirsa disaat menyaksikan acaranya. ”Dampak negatif tersebut akan semakin berpengaruh pada diri pemirsa tergantung dari acara yang ditayangkan dalam hal mempengaruhi pemikiran dan perasaan pemirsa saat itu.    Sehingga semakin kuat acara tersebut mempengaruhi pikiran dan perasaan pemirsanya maka semakin besar pula dampak psikologis dan prilaku yang terjadi”.
  • Berdampak negatif pada iklan-iklan yang ditayangkan.  Oleh karena kondisi psikologi dan prilaku pemirsa disaat menyaksikan acara yang terputus menjadi negatif, maka hal tersebut berdampak negatif pula terhadap iklan-iklan yang dimunculkan. Kejadian ini kita alami dan saksikan sendiri, bahwa perhatian pemirsa pada iklan-iklan yang ditayangkan sangatlah berkurang. Dengan kata lain, bahwa kegiatan periklanan yang dilakukan saat ini sangatlah tidak produktif dan justru mengganggu konsentrasi. Disisi lain, kita ketahui bahwa Iklan memiliki misi utama menarik simpati pemirsa supaya produk yang diiklankan dapat dikenal dan laku dibeli. Sementara kemunculannya justru berdampak negatif bagi psikologi dan prilaku. Dari kenyataan itu dapat disimpulkan bahwa: “cara memunculkan iklan yang dilakukan saat ini justru menjadikan iklan-iklan tersebut menjadi “virus” bagi psikologi dan prilaku pemirsa di saat menyaksikan acara-acaranya”.  
  • Berdampak negatif pada dunia pertelevisian itu sendiri. Dengan menyisipkan iklan pada acara yang sedang ditayangkan ditelevisi, maka terciptalah waktu tenggang pada setiap acara yang disiarkan. Dengan terciptanya hal itu, anda bisa saksikan sendiri justru memberi kesempatan pada pemirsa untuk memindahkan salurannya guna menyaksikan acara yang sedang berlangsung distasiun televisi lain. Disinilah terjadi ketidak-singkronan pengaturan tayangan. Padahal kita ketahui bersama bahwa berbagai cara dan upaya dilakukan oleh stasiun televisi supaya pemirsanya tetap setia menyaksikan acara-acara yang disiarkannya. Namun sayangnya upaya tersebut kurang berhasil akibat adanya pemutusan acara.
Inilah suatu hal yang perlu di waspadai. Inilah berbagai kekurangan yang dimiliki oleh system periklanan yang digunakan. Oleh karena itu perlu penyempurnaan system periklanan saat ini sehingga potensi yang dimiliki mampu bekerja maksimal dan dampak-dampak  negatifnya dapat dihindarkan.


III.   ILHAM TINGGI GUNA MENYEMPURNAKAN SYSTEM  PERIKLANAN.
Saya mulai Ilham Tinggi ini dengan menceritakan kronologi kejadian yang terjadi pada diri saya pada tanggal 30 Mei 1998 disaat menyaksikan acara televisi bersama keluarga.

Kita ketahui bahwa di tahun tersebut tengah terjadi Krisis Ekonomi pada Bangsa kita. Akibatnya timbullah berbagai permasalahan kehidupan dan menyebabkan keprihatinan kita semua. Melihat kenyataan itu, sebagai anak bangsa kita semua pasti tergugah pikirannya guna membantu Pemerintah untuk mencarikan solusi supaya krisis yang terjadi dapat diatasi. Ditengah menyaksikan acara televisi tersebut, teringatlah akan kondisi yang terjadi  maka berdoalah saya ketika itu guna memohon petunjukNya supaya diberikan solusi guna mengatasi. Beberapa saat dalam kekhusyu'an doa yang dilakukan, tiba-tiba saya dikejutkan dengan datangnya Ilham berupa petunjuk atas doa yang diajukan. Ilham tersebut muncul tiba-tiba sehingga menimbulkan sensasi psikologis dan fisik yang luar biasa sekali. 

Dengan kejadian itu Istri saya yang disamping pun terkejut dan kebingungan melihat kejadiannya. Dan setelah tersadar, maka saya ceritakanlah kepadanya bahwa saya telah menerima Ilham berupa petunjuk guna mengatasi kondisi yang terjadi.
Jika kejadian itu digambarkan sebagai suatu komunikasi, maka kalimat pertama yang disampaikan oleh Sesuatu tertentu di dalam diri saya adalah seperti ini: “bahwa apapun yang muncul dilayar adalah sesuatu yang dapat dijadikan materi atau obyek guna mengiklankan suatu produk di televisi”.

Pada tahap awal saya kebingungan dengan maksud kalimat tadi. Oleh karena itu saya bertanya lagi dalam diri akan maksud kalimatnya. Tiba-tiba saya diarahkan untuk lebih memfokuskan perhatian pada layar saat itu dan selanjutnya muncullah kalimat kedua. “Bukankah properti-properti yang muncul dilayar merupakan produk suatu perusahaan yang bisa di iklankan, kata “Nya”.  Jawaban tersebut sedikit membuka pikiran saya namun timbul pertanyaan baru, yaitu bagaimana cara untuk menjadikan produk atau obyek yang muncul tersebut menjadi suatu hal yang bernilai promosi.

Selanjutnya timbullah jawaban baru dan mengatakan “buatlah keterkaitan dengan mengomentari sesuatu yang muncul dilayar, baik dengan kalimat atau hal-hal lain yang bernilai promosi, maka secara pasti akan diketahui bahwa terdapat suatu perusahaan yang mengiklankan produknya.

Inilah Ilham pertama yang saya terima. Inilah ilham yang tumbuh dan berkembang didalam diri. Ilham ilham selanjutnya terus bermunculan hingga sekarang. Seluruhnya terkait kasus bangsa dan masuknya peradaban baru umat manusia ditahap selanjutnya. Untuk lebih jelasnya tentang ilham pertama ini marilah kita perhatikan gambar dibawah ini. (gambar potongan acara sinetron berjudul Jin dan Jun di stasiun televisi TPI).


Pada gambar diatas,
  • Anda bisa saksikan bahwa terdapat begitu banyak properti yang digunakan untuk mendukung suatu acara, baik properti yang utama ditampilkan atau properti pendukung guna menciptakan suasana. Sebagai contoh kostum pemain, perabot rumah tangga dan lain sebagainya yang tentunya adalah produk yang dihasilkan oleh berbagai perusahaan. 
  • Coba anda bayangkan, dengan mengomentari properti-properti yang ada tersebut dengan kalimat atau hal lain yang bernilai promosi yang terkait suatu produk, dan menempatkannya disisi tertentu pada layar, bukankah kita telah menciptakan periklanan di televisi pada saat acara tersebut berlangsung ?
Inilah suatu hal yang menggetarkan hati saya. Inilah suatu hal yang membuat diri saya tersadar saat itu. Inilah suatu hal yang selanjutnya membuat pemikiran saya berkembang kearah lain. Inilah yang selanjutnya  membuat diri saya berhitung akan keuntungannya. 

Sebagai seorang pengusaha yang tengah gencar melakukan kegiatan promosi saat itu, serta merasakan berkembangnya perusahaan akibat kegiatan periklanan yang dilakukan, maka terbukalah pemikiran saya akan Ilham yang diterima tersebut. Dan dalam pikiran saya jika cara periklanan sederhana ini ditumbuh-kembangkan oleh Dunia pertelevisian, maka secara yakin perusahaan menengah dan kecil akan mampu beriklan ditelevisi sehingga dunia usaha pasti akan berkembang dan roda perekonomian bangsa akan kembali berputar.

Inilah kronologis awal penerimaan Ilham pertama dalam diri saya. Inilah sesuatu yang saya yakini akan menjadi hal yang luar biasa dimasa nanti. Inilah kesadaran baru bagi kita semua tentang periklanan yang sederhana ditelevisi. Inilah teori guna menyempurnakan periklanan.


IV.   BAHASAN SEPUTAR ILHAM
Dengan mengomentari properti yang muncul di layar televisi dengan kalimat atau hal-hal yang bernilai iklan, coba anda bayangkan :
  1. Berapa banyak obyek yang bisa dikaitkan dengan produk yang muncul ditelevisi dalam satu hari.
  2. Berapa banyak perusahaan yang bisa melakukan kegiatan periklanan. 
  3. Berapa banyak waktu yang bisa digunakan untuk kegiatan periklanan tersebut. 
  4. Berapa jumlah keuntungan yang bisa dicapai dari kegiatan periklanan seperti ini.
Jawabannya adalah :
  • Jumlah obyek yang dapat dikaitkan dengan produk dalam rangka periklanan disetiap tayangan acara tidak terhitung jumlahnya. Alasannya, televisi menggunakan 2 dimensi yang membentuk sesuatu (fisik). Dari bentukan tersebut  inilah keterkaitan periklanan dapat dibuat, yaitu : 
  • Keterkaitan visual
  • Adalah keterkaitan yang dapat dibuat berdasarkan hal-hal yang tampak secara visual, contohnya : gambar-gambar, warna-warna yang membentuk sesuatu atau berdiri sendiri.
  • Keterkaitan audio
  • adalah keterkaitan komentar periklanan yang dapat dibuat berdasarkan suara-suara yang muncul saat itu, contohnya, desis, bisikan, gaung, serta efek suara yang lain.
  • Keterkaitan non fisik
  • Yaitu keterkaitan yang dapat dibuat dari hal-hal yang tidak nampak secara fisik, namun hal tersebut menjadi elemen terciptanya acara. Dengan kata lain, keterkaitan terhadap hal-hal yang tidak tampak, namun merupakan jiwa, pesan, pencitraan (image), dan lain lain dari suatu acara, contohnya : alur cerita, suasana yang diciptakan, pikiran-pikiran yang ditimbulkan, serta pembuat atau penyaji acara dan lain lain.
  • Jumlah perusahaan yang dapat melakukan kegiatan periklanan tidak terhitung jumlahnya. Telah dibahas diatas bahwa untuk melakukan kegiatan periklanan ditelevisi saat ini bukanlah suatu hal yang mudah karena terkait biaya yang harus dikeluarkan. Dengan cara baru bagi system periklanan ini, kegiatan periklanan dapat dilakukan dengan harga yang murah. Penyebabnya obyek periklanan telah tersedia pada acara dan kita hanya mengomentarinya secara editing terkait produk yang akan diiklankan. Dengan murahnya biaya untuk melakukan kegiatan tersebut, maka seluruh strata usaha dapat melakukan kegiatan periklanannya. Sehingga perusahaan yang mampu melakukan kegiatan periklanan tidak terbatas jumlahnya.
  • Waktu periklananyang tidak terbatas. Telah dibahas tadi bahwa suatu tayangan televisi pastilah menggunakan dimensi audio dan visual serta hal lain dalam setiap detiknya. Sementara dalam setiap detik tersebut kita dapat mengkaitkan periklanan berbagai macam produk, oleh karena itu maka dengan cara ini kita dapat melakukan kegiatan periklanan dengan waktu yang tidak terbatas.
  • Terdapat pula keunggulan utama yang lain, yaitu:
  • Secara teknis mudah dilakukan. Penyebabnya karena diyakini hal ini  telah biasa dilakukan oleh team editing dunia pertelevisian maupun perfileman (dengan tujuan yang lain),  sehingga tidak membutuhkan alat atau software baru dan secara pasti telah dimiliki oleh perusahaan yang berkecimpung dibidang ini.  
  • Memiliki effisiensi tinggi terhadap biaya, tenaga, maupun waktu dalam melakukan kegiatan periklanan. Hal ini disebabkan karena materi atau obyek periklanan telah tersedia pada acara, dan kegiatan yang dilakukan hanya sebatas editing sebelum acara tersebut ditayangkan.  
  • Dapat dibuat dalam format video apapun sehingga system baru ini bisa digunakan pada video untuk perfileman layar lebar. Sehingga perfileman tersebut dapat dibuat secara kemitraan antar perusahaan, terkait promosi suatu produk serta dalam hal menayangkannya.  
  • Biaya pembuatan suatu acara menjadi lebih murah. Pasalnya properti-properti yang nantinya digunakan untuk mendukung suatu acara telah di sediakan oleh perusahaan yang akan beriklan. (terjadi simbiosis mutualisma acara dan perusahaan) .
  • Mampu menjawab kekurangmampuan system periklanan saat ini.
  • Mampu meraih keuntungan secara maksimal bagi Dunia pertelevisian maupun Pemerintah dari sektor pajaknya. (akibat terbukanya peluang bagi seluruh strata usaha untuk melakukan kegiatan periklanan). 
  • Tercipta keadilan berusaha bagi seluruh strata usaha yang ada”. (Tercapai Sila ke 5 Pancasila). 
  • Mampu menyelaraskan kecepatan kemajuan usaha di seluruh strata usaha akibat telah terbukanya peluang untuk melakukan kegiatan periklanan. Sehingga kehawatiran ketidak-seimbangan kecepatan kemajuan perusahaan yang akan berdampak negatif bagi system perekonomian skala global dapat di atasi.
  • Mampu mengatasi dampak-dampak negatif akibat jeda acara yang selalu dilakukan untuk menayangkan iklan. Mulai dari dampak yang terjadi pada pemirsa televisi, iklan-iklan yang di tayangkan, hingga dampak yang terjadi pada stasiun televisi itu sendiri. Hal ini disebabkan karena pembuatan dan menayangkan suatu acara didukung atau dibiayai oleh banyak perusahaan yang beriklan. 
  • Menciptakan kemitraan usaha,
  • suatu acara dapat dibuat dengan dibiayai oleh berbagai macam perusahaan dalam rangka promosi atau tujuan tertentu (pihak stasiun televisi hanya sebagai pihak penyewaan jam penayangan). 
  • mampu menjalin kerja sama antar perusahaan baik dalam strata yang sama maupun berbeda dalam pembuatan suatu iklan yang disisipkan dalam suatu acara (seperti iklan-iklan sekarang). keterangan : untuk di ketahui bahwa periklanan yang ditampilkan disetiap jeda acara ditelevisi, sebenarnya adalah "acara" yang dibuat oleh suatu perusahaan dalam rangka promosi atas produk dalam waktu tertentu. Didalam periklanan tersebut pastilah menggunakan berbagai properti yang dihasilkan oleh perusahaan lain yang tentunya dapat ikut serta dalam melakukan iklan pada periklanan tersebut.
  • Setiap acara memiliki mutu dan nilai ekonomi tinggi. Hal ini disebabkan karena pembuatan acara dibiayai oleh periklanan bermacam perusahaan. Dengan banyaknya biaya tersebut maka berbagai kemudahan bisa dilakukan sehingga ide-ide kreatif dapat dengan mudah dituangkan dan kesempurnaan acara dapat tercapai.  
  • Meningkatkan fungsi bisnis penayangan, dalam konteks sebagai tempat penyewaan waktu tayang atau penyiaran
  • Bisa digunakan pada konteks penyiaran langsung maupun tidak langsung serta format acara apapun di televisi.
  • Terciptanya kesempurnaan integrasi dimensi ketiga pertelevisian dan sinema.
  • Dan yang paling utama dari cara baru system periklanan sederhana ini adalah MENJADI KUNCI BAGI PENYELESAIAN MENDASAR ATAS KASUS KRISIS MULTI DIMENSI YANG TERJADI SAAT INI.


V. LOGIKA BAHWA DUNIA PERTELEVISIAN DENGAN SYSTEM       PERIKLANANNYA ADALAH KUNCI UTAMA MENGATASI KRISIS MULTI DIMENSI.
Untuk lebih meyakinkan anda bahwa inilah kunci atau solusi bagi krisis multi dimensi, saya akan mengajak anda sekali lagi membahasnya secara systematis dengan menggunakan teori / falsafah system dalam kehidupan. Kita ketahui bersama bahwa seluruh kehidupan didunia ini bekerja secara systematis. Oleh karena itu secara adil inilah teori dan filosofi guna menjadi dasar pijakan dalam rangka membahasnya.
  1. System selalu terbentuk dari berbagai macam elemen yang saling berkesesuaian. 
  2. Setiap elemen dalam suatu system selalu memiliki keterkaitan baik langsung maupun tidak langsung.
  3. System selalu mengkaitkan diri dan membentuk system yang lebih besar lagi. 
  4. Terkait perubahan, apabila terjadi perubahan pada elemen suatu system maka akan berpotensi mempengaruhi perubahan pada system tersebut maupun system diluar system tersebut yang terkait. 
  5. Terhadap potensi dalam rangka perubahan, semakin tinggi kedudukan elemen dalam suatu system maka semakin berpotensi besar terhadap perubahan pada system tersebut maupun system diluar system tersebut yang terkait.
Pertanyaan seputar solusi guna mengatasi krisis yang terjadi:
  • Potensi serta sarana apa yang sangat potensial yang dimiliki bangsa dalam rangka menyelesaikan krisis multi dimensi yang memiliki keterkaitan luas serta menguasai hajat hidup masyarakat bangsa tersebut ?
  • Elemen apa dari potensi bangsa tersebut yang berpengaruh kuat terhadap potensi system tersebut maupun system-system diluar system tersebut serta dapat dirubah atau disempurnakan guna memicu perubahan secara luas ?
  • Jika dikaitkan dengan REFORMASI,
  • Reformasi dibidang apakah yang mendasar, logis dan yang pertama yang harus dilakukan guna memicu perubahan pada bidang bidang yang lainnya ?
  • Reformasi dibidang apakah yang mampu menghasilkan perubahan positif secara cepat dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat ?
  • Reformasi dibidang apakah yang memiliki effisiensi tinggi sehingga waktu, biaya dan tenaga dapat dikeluarkan secara minimal ?
  • Siapakah yang paling tepat dan potensial guna melakukan Reformasi tersebut ?
Jawabannya adalah:

  1. POTENSI DAN SARANA YANG DIMILIKI OLEH BANGSA. Telah dibahas diatas bahwa kebutuhan hidup umat manusia pada saat ini bukan hanya bersifat material semata, namun kebutuhan non-material seperti halnya hiburan dan informasi. Didalam pencapaiannya, tidak disangkal lagi bahwa televisi adalah sarana utama bagi masyarakat guna memenuhi kebutuhan tersebut. Telah dibahas pula bahwa televisi telah menguasai hajad hidup orang banyak terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan hiburan dan informasi. Oleh karena itu televisi inilah potensi utama sebagai sarana untuk melakukan perubahan tersebut. Terkait keberadaannya kita ketahui bahwa pada saat ini televisi telah menyebar dan menjangkau keseluruh pelosok dan lapisan masyarakat kita. Dan yang tak kalah pentingnya, bahwa televisi memiliki potensi dalam membentuk, merubah, memotifasi serta mengarahkan masyarakat kita dengan informasi, hiburan serta bisnis yang dikemas dalam acaranya. Oleh karena itu sekali lagi kesimpulannya bahwa televisi inilah potensi yang dimiliki bangsa yang potensial dalam rangka perubahan atas krisis yang terjadi pada bangsa ini.
  2. ELEMEN SYSTEM DI DUNIA PERTELEVISIAN YANG POTENSIAL MEMPENGARUHI PERUBAHAN. Telah dibahas diatas bahwa potensi yang dimiliki Dunia pertelevisian yang terkait kuat dengan perkembangan ekonomi dunia tersebut, dunia usaha dan pemerintah  adalah “SEKTOR PERIKLANAN”. Tidak disangkal lagi bahwa apabila system periklanan tersebut disempurnakan maka akan mampu memicu perubahan mulai dari Dunia pertelevisian itu sendiri, dunia usaha serta masyarakat pemirsa pada umumnya. Oleh karena itu sekali lagi skala logika system maka penyempurnaan pada system periklanan inilah kunci utama guna menyelesaikan kasus krisis multi dimensi yang terjadi ini.
  3. TERKAIT REFORMASI. Dari keterangan diatas, dapat disimpulkan bahwa Reformasi pada Dunia pertelevisian dengan “penyempurnaan system periklanan” inilah jawaban yang sangat logis tentang Reformasi yang dipertanyakan selama ini. Alasannya, Oleh karena potensi yang dimiliki serta keterkaitannya yang mendominasi kehidupan. Selanjutnya, oleh karena Reformasi yang dilakukan diawali oleh Dunia televisi, maka hal ini akan segera dapat dirasakan manfaatnya dan disaksikan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat dan dunia usaha, sehingga secara yakin akan timbullah suatu kepercayaan dan untuk melakukan perubahan dibidang yang lainnya otomatis akan mudah dilakukan. Terkait effisiensi terhadap waktu, biaya dan tenaga, reformasi yang dilakukan ini sangatlah cepat, tanpa menggunakan biaya dan tenaga lebih, namun “justru menguntungkan semua pihak”, mulai dari dunia pertelevisian itu sendiri, masyarakat pemirsa, Dunia usaha hingga Pemerintah suatu bangsa.
  4. PELAKU UTAMA PERUBAHAN DALAM RANGKA KELUAR DARI KRISIS. Pada tahap awal, pelaku utama Reformasi ini adalah diri saya sendiri selaku penerima Ilham guna menyampaikannya kepada Masyarakat dan mengajak Dunia pertelevisian dalam rangka menyempurnakan system periklanannnya.  Selanjutnya, reformasi dalam rangka keluar dari krisis ini harus secara bersama-sama kita lakukan,  karena terjadinya krisis   ini adalah kesepakatan kita semua skala profesi masing masing. Oleh karena itu untuk mengembalikannya pun kita semua harus turun tangan. 




VI. KESIMPULAN

Inilah teori baru bagi penyempurnaan system periklanan ditelevisi. Inilah solusi bagi penyelesaian atas kasus krisis multi dimensi yang terjadi didunia. Inilah kunci utama memasuki peradaban baru umat manusia tahap selanjutnya. Inilah Ilham tinggi yang menegaskan. 


Jika pada saat lalu penyelesaian atas krisis multi dimensi ini belum berhasil, jelas karena solusi guna menyelesaikannya belumlah sempurna. Namun saat ini hal tersebut telah ada dan kita tinggal menindaklanjuti maka diharapkan kepada kita semua untuk melakukannya.


Untuk itu kepada anda semua yang telah membaca dan mengetahui hal ini, diharapkan  untuk dapat menyampaikannya kepada semua rekan. Kepada media cetak maupun elektronik diharapkan pula kepeduliannya dalam rangka menyebar-luaskan berita ini supaya krisis multi dimensi didunia dapat diselesaikan dan masuknya peradaban baru dapat kita masuki secara bersama.


Demikianlah karya tulis ini. Semoga upaya yang dilakukan nanti berhasil guna,  dan mampu mengembalikan kejayaan bangsa ini, kejayaan bangsa manusia diseluruh dunia.



SELAMAT TINGGAL KRISIS MULTI DIMENSI DAN SELAMAT DATANG DI PERADABAN BARU UMAT MANUSIA DI MILLENIUM KETIGA.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar